Tampilkan postingan dengan label Mendidik Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mendidik Anak. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 September 2014

Tragis


Kisah pilu seorang tabiin yg hafidz qur'an namun murtad pd saat berjihad. Hny krn asmara...

Lelaki gagah itu mengayunkan pedangnya menebas tubuh demi tubuh pasukan romawi. Ia adalah seorang tabiin (270H) yg hafal qur'an. Namanya adalah sebaik-baik nama, Abdullah bin Abdurrahim. Keimanannya tak diragukan. Adakah bandingannya didunia ini seorang mujahid nan hafal quran. Namun lacur akhir hayatnya mati dalam kemurtadan dan hilang hafalannya melainkan 2 ayat sahaja yg tersisa. Yaitu surah al hijr ayat 2-3, rubamaa yawaddulladziina kafaru lau kaanu muslimiin, dzarhum ya`kulu wayatamatta'u wayulhihimul amal-fasaw faya'lamuun. (Org2 kafir itu diakhirat nnt sering menginginkan andai didunia dulu mrk muslim. Biarkanlah mrk mkn dn senang2, dilalaikan oleh angan2 kosong belaka, kelak mrk akan tahu akibatnya). Seolah ayat ini adalah kutukan sekaligus peringatan اَللّه yg terakhir namun tak digubrisnya. Apakah penyebabnya? Penyebabnya adalah wanita. Inilah kisahnya;
Pedangnya masih berkilat2 memantul sinar mentari. Masih segar berlumur merahnya darah org romawi. Ia hantarkan org romawi itu ke neraka dg pedangnya. Tak disangka nantinya dirinyapun dihantar ke neraka oleh seorang wanita romawi, tdk dg pedang melainkan dg asmara. Kaum muslimin sedang mengepung kampung romawi. Tiba2 mata Abdullah tertuju kpd seorang wanita romawi di dalam benteng. Kecantikan dan pesona wanita pirang itu begitu dahsyat mengobrak-abrik hatinya. Dia lupa bahwa tak seorangpun dijamin tak lolos su'ul khotimah. Dia lupa bahwa maksiat dan pandangan haram adalah gerbang kekufuran. Tak tahan, iapun mengirimkan surat cinta kpd wanita itu. Isinya kurang lebih: "Adinda, bgm caranya agar aku bs smp ke pangkuanmu?" Perempuan itu mjwb: "Kakanda, masuklah agama nashrani maka aku jd milikmu."
Syahwat telah memenuhi relung hati Abdullah sampai2 ia mjd lupa beriman, tuli peringatan dan buta alquran. Hatinya terbangun tembok anti hidayah.
Khotamallaahu 'ala qulubihim wa'ala sam'ihim wa'ala abshorihim ghisyawah... Astaghfirullah, ma'adzallah. Pesona wanita itu telah mampu mengubur imannya di dasar samudra. Demi tubuh cantik nan fana itu ia rela tinggalkan islam. Ia rela murtad. Menikahlah dia didalam benteng. Kaum muslimin yg menyaksikan ini sngt terguncang. Bgm mungkin? How come? Bgm bisa seorg hafidz yg hatinya dipenuhi alqur'an meninggalkan اَللّه dn mjd hamba salib? Ketika dibujuk utk taubat ia tak bs. Dikatakannya bhw ia telah lupakan qur'an kecuali 2 ayat diatas sj dan ia bahagia hidup berlimpah harta dan keturunan bersama kaum nashrani. Dalam keadaan spt itulah dia sampai wafatnya.
Ya اَللّه seorang hafidz nan mujahid sahaja bs Kau angkat nikmat imannya berbalik murtad jika sudah ditetapkan murtad, apatah lg hamba yg bnyk cacat ini. Tak punya amal andalan.

Saudaraku, doakan aku dan aku doakan pula kalian agr اَللّه lindungi kt dr fitnah wanita dan fitnah dunia serta dihindarkan dr ketetapan yg buruk diakhir hayat.

Ma taraktu ba'di fitnatan adhorro 'ala ar rijaal min nisaa...
"Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah yg maha dahsyat bahayanya bagi lelaki kecuali fitnah wanita" (muttafaq 'alaih).

Disarikan dr tulisan DR. Hamid Ath Thahir dlm buku Dibawah Kilatan Pedang (101 kisah heroik mujahidin)

Jumat, 19 September 2014

Siapa yang lebih penting




Tentang seseorang yg menjadi pilihan hidup kita: “Orang selalu berkata ada bekas Istri atau bekas Suami, tapi tdk ada bekas anak dan bekas orang tua.” Mungkin cerita bijak berikut ini dpt merubah pandangan tsb & mmbuat seseorang ingin memiliki suami atau istrinya sampai akhir hayat dan mikir 1000kali untuk menyakiti hatinya dan menduakan cintanya dengan yang lain.

Seorang dosen mengadakan permainan kecil kepada mahasiswanya yg sudah berkeluarga & meminta 1 orang maju ke papan tulis.

Dosen : “Tulis 10 nama yg paling dekat dgn anda.”

Lalu mahasiswa tsb menulis 10 nama. Ada nama Tetangga,Orang tua,Teman kerja,Istri,Anaknya dsb.

Dosen : “sekarang silahkan pilih 7 diantaranya yang sekiranya anda ingin hidup terus bersamanya”.

Lalu mahasiswa itu mencoret 3 nama.

Dosen : “coret 2 nama lagi”, dan tinggallah 5 nama.
Dosen : “coret lagi 2 nama”, maka tersisalah 3 nama yaitu : Orang tua,Istri & Anaknya.

Suasana kelas hening. Mereka mengira smua sudah selesai & tak ada lagi yg harus dipilih.

Tiba-tiba Dosen berkata :”silahkan coret 1 nama lagi !”, mahasiswa itu pun prlahan mngambil pilihan yg amat sulit lalu mencoret nama orang tuanya secara perlahan.

Dosen :”silahkan coret 1 nama lagi !”. Hati sang mahasiswa menjadi bingung. Kemudian mengangkat kapur & lambat laun mencoret nama anaknya dan mahasiswa itupun menangis.

setelah suasana tenang sang Dosen bertanya pada Mahasiswa itu. “Kau tidak memilih Orang tua yg membesarkanmu ? tidak juga memilih Anak yang berasal dari darah dagingmu? sedang Istri itu bisa dicari lagi.”

Smua orang di dalam kelas terpana mnunggu jwaban dari Mahasiswa itu.

Lalu sang Mahasiswa itu berkata, “Seiring waktu berlalu, Orang tua saya akan pergi & meninggalkan saya, sedang Anak jika sudah dewasa menikah lalu pergi meninggalkan saya juga. Sedangkan yg benar-benar menemani saya dalam hidup ini hanyalah ISTRI saya. Orang tua & anak bukan saya yg memilih, tapi Tuhan yang menganugerahkan, sedang ISTRI, sayalah yg memilih dan dengan izinNya. istri adalah bagian dari diriku, karena dia adalah tulang rusukku…..

* Bukan berarti anak dan orang tua adalah tidak penting tapi untuk merubah pandangan bahwasanya kita harus selalu menghargai pasangan, saling menyayangi, menerima apapun kelebihan dan kekurangan pasangan dan jangan rusak ikatan pernikahan hanya karena tergoda oleh orang ketiga dan menuruti hawa nafsu duniawi saja. Suami/istrimu adalah pilhanmu, ayah dan ibu dari anak-anakmu. — sendirian .
........Semoga bermanfaat........

Kamis, 13 Juni 2013

Macam-Macam Hukuman Terhadap Anak



Hukuman dalam pengertian pendidikan agama islam adalah hukuman yang memiliki tujuan mendidik dan mengarahkan. jadi, tujuan dari hukuman bukanlah pembalasan terhadap pelaku kesalahan, atau menimpakan bahaya terhadapnya, atau menegakan had atas dirinya. Sebagaimana hukuman bukanlah satu satunya sarana untuk meluruskan penyimpangan anak.


Hukuman hanyalah satu sarana diantara sekian banyak sarana pendidikan islam. hukuman mempunyai tujuan berupa kebaikan dan keshalihan anak. hukuman dibarengi dengan rasa kasih sayang dan kelembutan dan terikat oleh berbagai syar'i yang tidak boleh terpisah darinya. dalam penerapanya, hukuman dilakukan secara bertahap, dimulai dengan hukuman ringan, kemudian meningkat hingga yang lebih berat.


Diantara bentuk bentuk hukuman terhadap anak adalah sebagai berikut :


1. Nasihat, arahan dan peringatan. Rasululloh SAW, pernah melakukan metode ini terhadap salah seorang anak yang melakukan kesalahan. suatu kali beliau melihat seorang anak yang tangannya bergerak kesana ke mari pada makanan, lalu beliau bersabda kepadanya untuk mengajarkan tata cara makan, "wahai anak, sebutlah nama Alloh, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah apa yang ada didekatmu". Muttafaqun 'alaih ).


2. Berpaling. Disebutkan di dalam Shahihul Jami', " bahwasanya apabila Rasululloh SAW melihat kedustaan pada salah seorang keluarga beliau, beliau terus saja berpaling darinya hingga orang itu bertaubat".



macam-macam hukuman terhadap anak