Tampilkan postingan dengan label Hukuman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hukuman. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 September 2014

Siapa yang lebih penting




Tentang seseorang yg menjadi pilihan hidup kita: “Orang selalu berkata ada bekas Istri atau bekas Suami, tapi tdk ada bekas anak dan bekas orang tua.” Mungkin cerita bijak berikut ini dpt merubah pandangan tsb & mmbuat seseorang ingin memiliki suami atau istrinya sampai akhir hayat dan mikir 1000kali untuk menyakiti hatinya dan menduakan cintanya dengan yang lain.

Seorang dosen mengadakan permainan kecil kepada mahasiswanya yg sudah berkeluarga & meminta 1 orang maju ke papan tulis.

Dosen : “Tulis 10 nama yg paling dekat dgn anda.”

Lalu mahasiswa tsb menulis 10 nama. Ada nama Tetangga,Orang tua,Teman kerja,Istri,Anaknya dsb.

Dosen : “sekarang silahkan pilih 7 diantaranya yang sekiranya anda ingin hidup terus bersamanya”.

Lalu mahasiswa itu mencoret 3 nama.

Dosen : “coret 2 nama lagi”, dan tinggallah 5 nama.
Dosen : “coret lagi 2 nama”, maka tersisalah 3 nama yaitu : Orang tua,Istri & Anaknya.

Suasana kelas hening. Mereka mengira smua sudah selesai & tak ada lagi yg harus dipilih.

Tiba-tiba Dosen berkata :”silahkan coret 1 nama lagi !”, mahasiswa itu pun prlahan mngambil pilihan yg amat sulit lalu mencoret nama orang tuanya secara perlahan.

Dosen :”silahkan coret 1 nama lagi !”. Hati sang mahasiswa menjadi bingung. Kemudian mengangkat kapur & lambat laun mencoret nama anaknya dan mahasiswa itupun menangis.

setelah suasana tenang sang Dosen bertanya pada Mahasiswa itu. “Kau tidak memilih Orang tua yg membesarkanmu ? tidak juga memilih Anak yang berasal dari darah dagingmu? sedang Istri itu bisa dicari lagi.”

Smua orang di dalam kelas terpana mnunggu jwaban dari Mahasiswa itu.

Lalu sang Mahasiswa itu berkata, “Seiring waktu berlalu, Orang tua saya akan pergi & meninggalkan saya, sedang Anak jika sudah dewasa menikah lalu pergi meninggalkan saya juga. Sedangkan yg benar-benar menemani saya dalam hidup ini hanyalah ISTRI saya. Orang tua & anak bukan saya yg memilih, tapi Tuhan yang menganugerahkan, sedang ISTRI, sayalah yg memilih dan dengan izinNya. istri adalah bagian dari diriku, karena dia adalah tulang rusukku…..

* Bukan berarti anak dan orang tua adalah tidak penting tapi untuk merubah pandangan bahwasanya kita harus selalu menghargai pasangan, saling menyayangi, menerima apapun kelebihan dan kekurangan pasangan dan jangan rusak ikatan pernikahan hanya karena tergoda oleh orang ketiga dan menuruti hawa nafsu duniawi saja. Suami/istrimu adalah pilhanmu, ayah dan ibu dari anak-anakmu. — sendirian .
........Semoga bermanfaat........

Kamis, 13 Juni 2013

Macam-Macam Hukuman Terhadap Anak



Hukuman dalam pengertian pendidikan agama islam adalah hukuman yang memiliki tujuan mendidik dan mengarahkan. jadi, tujuan dari hukuman bukanlah pembalasan terhadap pelaku kesalahan, atau menimpakan bahaya terhadapnya, atau menegakan had atas dirinya. Sebagaimana hukuman bukanlah satu satunya sarana untuk meluruskan penyimpangan anak.


Hukuman hanyalah satu sarana diantara sekian banyak sarana pendidikan islam. hukuman mempunyai tujuan berupa kebaikan dan keshalihan anak. hukuman dibarengi dengan rasa kasih sayang dan kelembutan dan terikat oleh berbagai syar'i yang tidak boleh terpisah darinya. dalam penerapanya, hukuman dilakukan secara bertahap, dimulai dengan hukuman ringan, kemudian meningkat hingga yang lebih berat.


Diantara bentuk bentuk hukuman terhadap anak adalah sebagai berikut :


1. Nasihat, arahan dan peringatan. Rasululloh SAW, pernah melakukan metode ini terhadap salah seorang anak yang melakukan kesalahan. suatu kali beliau melihat seorang anak yang tangannya bergerak kesana ke mari pada makanan, lalu beliau bersabda kepadanya untuk mengajarkan tata cara makan, "wahai anak, sebutlah nama Alloh, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah apa yang ada didekatmu". Muttafaqun 'alaih ).


2. Berpaling. Disebutkan di dalam Shahihul Jami', " bahwasanya apabila Rasululloh SAW melihat kedustaan pada salah seorang keluarga beliau, beliau terus saja berpaling darinya hingga orang itu bertaubat".



macam-macam hukuman terhadap anak